| INDONESIA ADALAH DAERAH RAWAN
BENCANA
Indonesia dilihat dari kondisi geologis merupakan daearah rawan
bencana khususnya gempa bumi dan tsunami. Pasca meletusnya Gunung
Krakatau yang menimbulkan tsunami besar di tahun 1883, setidaknya
telah terjadi 17 bencana tsunami besar di Indonesia selama hampir
satu abad (1900-1996).
Berbagai
daerah di Indonesia merupakan titik rawan bencana, terutama bencana
gempa bumi, tsunami, banjir, dan letusan gunung berapi. Wilayah
Indonesia dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia,
dan lempeng Pasifik. Sewaktu-waktu lempeng ini akan bergeser patah
menimbulkan gempa bumi. Selanjutnya jika terjadi tumbukan antarlempeng
tektonik dapat menghasilkan tsunami, seperti yang terjadi di Aceh,
Sumatera Utara dan Pangandaran Jawa Barat. Korban yang meninggal
mencapai kurang lebih 173.000 jiwa. 27 Mei 2006, Yogyakarta dan
sebagian Jawa Tengah diporakporandakan gempa bumi dengan kekuatan
5,9 SR. Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki patahan
aktif dan memungkinkan terjadinya potensi bencana gempa bumi maupun
tsunami.
Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan sulit untuk diprediksi.
Oleh karena itu masyarakat membutuhkan sebuah sistem peringadatan
dini (early warning system) yang berfungsi sebagai “alarm”
seandainya terjadi gempa bumi secara tiba-tiba. Mitigasi bencana
alam atau upaya preventif untuk meminimalkan dampak negatif bencana
alam terhadap manusia, harta benda, infrastruktur dan lingkungan.
JOGJA EARLY WARNING SYSTEM
Adalah sebuah layanan yang memberikan informasi dan peringatan dini
terhadap bencana yang terjadi di daerah Yogyakarta dan sekitarnya
khususnya Gempa Bumi secara cepat dan akurat menggunakan layanan
Value Added Short Message Service (VASMS). Layanan SMS merupakan
teknologi yang dapat diakses secara mudah dan murah dan dapat diterima
oleh masyarakat dalam waktu yang singkat. Dengan tingkat kepemilikan
handphone yang cukup tinggi, maka pemanfaatan channel layanan seluler
untuk distribusi informasi akan lebih efektif.
Layanan Jogja Early Warning System adalah gagasan dari PT. Inspira
Inovasi Indonesia sebagai anak perusahaan PT. Gamatechno Indonesia
dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta dan didukung
oleh Badan Informasi Daerah (BID) Propinsi Yogyakarta, yang bertujuan
untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat Yogyakarta
dan sekitarnya. Dengan layanan Jogja Early Warning System diharapkan
dapat meningkatkan kewaspadaan dan respon masyarkat dan pejabat
berwenang untuk melakukan antisipasi
Ilustrasi Layanan Jogja Early Warning System:

Dengan sumber informasi resmi dari instansi yang berwenang yaitu
BMG Yogyakarta, maka dapat mengantisipasi terjadinya isu yang tidak
benar dan membingungkan ketika terjadi gempa bumi.
PT. Inspira Inovasi Indonesia dengan berbagai pihak terkait, ke
depannya akan mengembangkan layanan Jogja Early Warning System untuk
berbagai macam informasi bencana alam selain gempa antara lain bencana
longsor, banjir, kebakaran, angin puting beliung dan bencana letusan
gunung merapi. Informasi-informasi bencana secara cepat diketahui
dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam pengambil keputusan terhadap
antisipasi tindakan yang diperlukan.
|